Posted by: dgusyana | July 22, 2008

Obat Herbal Pertama Cina yang dijual di Amerika

Sebelum Linnaeus memberikan nama Coix lacryma-jobi  di tahun 1753, dalam buku populer Book of Job, terdapat kata “before God my eyes drop tears” mengilhami masyarakat Inggris untuk menyebut coix dengan sebutan Job’s tears. Tears berasal dari bahasa latin lacryma yang berarti air mata, merupakan gambaran dari ujung kulit biji coix yang menyerupai tetesan air mata. Sebutan lain untuk tanaman yang merupakan cikal bakal material pengobatan herbal Cina adalah St Mary’s tears.

 

 

Orang sunda mengenal coix dengan sebutan hanjeli, sedangkan kosakata Indonesia dikenal sebagai jali. Di sejumlah wilayah negeri ini, tumbuhan tersebut dikenal sebagai singkoru batu, kemangge, bukehang, dan kaselore.

 

Coix lacryma-jobi L. merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian tropika dari suku Poaceae. Asalnya adalah Asia Timur dan Malaya namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Tanaman ini tergolong dalam kelompok rumput-rumputan, berdiri tegak, bercabang kuat, tingginya dapat mencapai tiga meter. Buluh terisi dengan empulur, bercabang pada bagian atasnya.

 

 

Daun besar dan berpelepah, helaian daun memita sampai membundar telur-melanset, tepi daun kasar, halus atau kasap permukaan atasnya. Perbungaan di ketiak daun paling atas, soliter atau terdiri dari 2-7 berkas, putih atau kebiruan, mengandung 2 tandan; tandan betina mengandung buliran yang duduk, buliran dengan 1 floret, tandan jantan dengan kira-kira 10 buliran yang menyirap dan muncul berpasangan atau tiga-tiga.

 

 

Mempunyai gantilan lainnya duduk; buliran melanset sampai menjorong, mengandung 1-2 floret jantan. Buah bervariasi dalam ukuran, bentuk, warna dan kekerasannya, biasanya berwarna abu-abu, kuning-merah tua atau keunguan, lunak atau keras, berisi jali. Jali berwarna merah tua untuk yang berkulit keras, atau merah muda untuk yang berkulit lunak.

 

 

Ada dua varietas coix yang ditanam di berbagai belahan dunia yaitu Coix lacryma-jobi L. var lacryma-jobi yang mempunyai kulit pseudocarp yang keras yang membutanya sangat kuat, berwarna putih mutiara dan berbentuk oval. Biji coix dari varietas lacryma-jobi var lacryma-jobi ini secara alami mempunyai lubang pada setiap ujungnya sehingga mudah untuk memasukkan benang.

Salah satu yang popular adalah untuk membuat tasbih sebagai manik-manik yang spesial karena tahan terhadap kerusakan oleh kelembaban dan mempunyai simbol air mata. Penggunaan lainnya untuk membuat kalung, dan tirai yang sangat memikat dan menarik serta keseluruhan perbungaan kadang-kadang digunakan sebagai karangan bunga kering.

 

 

Varietas coix lainnya yaitu Coix lacryma-jobi L. var ma-yuen yang ditanam sebagai sumber makanan pokok dan dibeberapa negara di Asia digunakan sebagai bahan pengobatan alternatif, memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan obat. Tanaman ini sama dengan keluarga rumput-rumputan lainnya dimana bijinya merupakan sumber karbohidrat utama seperti gandum, jagung dan padi. Dilihat dari segi kekerabatannya meskipun tidak satu genus,  Coix lacryma-jobi L. var ma-yuen, paling dekat dengan gandum (Hordeum vulgare), oleh karenanya sering disebut sebagai coix barley. Coix barley mempunyai rasa yang kuat dibanding jenis sereal lainnya, sama halnya dengan gandum, coix dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, sekitar 30 gram per sajian, biasanya dicampur dengan beras atau dengan gula merah.

 

 

Dalam sejarah pengobatan Cina, coix digunakan sebagai salah satu bahan resep obat tradisonal yang dikenal dengan yiyiren atau yiren ( yi = untuk jenis tanaman yang spesifik dan ren = biji).  Di Cina, nama coix pertamakali dikenalkan oleh Shennong Bencoa Jing sekitar tahun 100 masehi, digunakan untuk meringankan kekakuan otot.

 

 

Pada tahun 200 masehi, Jingui Yaolue membuat campuran coix dan aconite untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan pada dada dengan sebutan Coix Combination. Coix Combination ini diperkenalkan oleh Huang Fuzhong dalam bukunya Mingyi Zhizhang pada tahun 1502 dan dibawa ke Jepang saat pengiriman besar-besaran sistem pengobatan herbal Cina pada abad 16 samapai 17.

 

Coix Combination inilah yang menjadi salah satu formula herbal Cina pertama yang di pasarkan di Amerika pada tahun 1980 an. Saat ini dikenal dengan nama Mobility 1 yang merupakan bagian dari formula  pengobatan tradisonal Cina. Mobility 1 tidak dilanjutkan pemsarannya ketika Ma-Huang mendapatkan masalaha pada kandungannya, tetapi Mobility 2, yang digunakan untuk pengobatan lanjutan masih tetap ada dan bergunan untuk mengobati radang sendi. 

 

 

Masyarakat Jepang menggunakan Coix Combination (Yiyiren Tang) untuk mengobati kaku, kejang atau ketidak mampuan menekuk atau melipat pada tungkai tangan atau anggota badan lainnya. Kajian ilmiah terbaru mengenai teknik pengobatan sederhana, perlakuan untuk gangguan atau sakit pada otot atau myofibrositis dapat diobati dengan ramuan 60 gram coix ditambah 30 gram atractylodes putih, direbus dan diminum dengan dosis satu kali sehari.

 

 

Saat ini hanjeli, coix, adlay atau Job’s tears dibudidayakan sebagai bahan makanan pokok di seluruh daerah tropik dan sedang, terutama di India, Cina, Filipina, Thailand, Malaysia dan daerah Mediterania.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: